Wawancara dan Penulisan Berita 5 W+1 H Piramida Terbalik

  • Whatsapp
ilustrasi

Wawancara adalah satu hal yang snagat penting dalam melakukan penulisan berita untuk mencari data narasumber yang diperlukan sebagai bahan penulisan berita. Ada beberapa model wawancara dalam peliputan berita yang dilakukan wartawan:

1. Wawancara Melalui Telepon. Model wawancara yang sangat gampang kala jurnalis hendak memperoleh data secara kilat dari sumber kabar.

2. Wawancara Langsung/ Tatap Muka. Wawancara model ini lebih membolehkan para jurnalis memperoleh penjelasan yang lebih luas serta mendalam.

Bacaan Lainnya

3.Wawancara Tertulis. Model ini buat narasumber yang memanglah susah buat ditembus misalnya Presiden serta Wakil Presiden, ataupun pula tahanan politik serta narapidana kelas kakap yang keberadaannya sangat tertutup untukpers.

4.Wawancara Eksklusif. Wawancara ini cuma dicoba oleh media tersebut, tidak terdapat media lain yang melaksanakannya. Wawancara ekslusif jadi kebanggaan seseorang jurnalis, seakan ia sudah menampilkan keunggulannya dibandingkan media- media lain di tengah kompetisi yang sangat ketat.

5. Wawancara Bersama. Model ini dicoba oleh sebagian jurnalis secara bersama- sama. Wawancara bersama ini sangat menguntungkan narasumber, karena ia tidak butuh lagi melayani wawancara satu persatu dalam waktu yang berbeda- beda pula.

 

Penulisan Berita: 5 W+ 1 H Plus Piramida Terbalik

Secara” teknis”, menulis kabar itu memberi tahu kejadian dengan menyusun faktor ataupun elemen kabar yang terangkum dalam sebutan 5W+1H:

Who- Pelaku, subjek. Siapa? Siapa yang melaksanakan? Siapa yang mengadakan? Siapa yang ikut serta? Umumnya nama orang ataupun lembaga.

What– Peristiwa. Apa? Melaksanakan apa? Mengadakan apa? Ngomong apa? Menyelenggarakan apa?

Where– Tempat. Di mana diadakannya? Di mana terbentuknya? Di mana lokasinya?

When- Waktu. Kapan? Hari apa bertepatan pada berapa? Iraha? Berpa lama?

Why– Tujuan, latar balik kejadian. Mengapa? Buat apa? Apa tujuannya? Kenapa terjalin? Mengapa diadakan? Mengapa ngomong begitu?

How– Detail kejadian. Gimana ceritanya? Gimana kejadiannya? Prosesnya? Terdapat apa saja?

Keenam faktor kabar tersebut kemudian disusun dengan mengacu pada format pemberitaan yang diketahui dengan sebutan piramida terbalik( inverted pyramid), ialah mengedepankan faktor terutama dalam kejadian.

Ringkasnya, dalam menulis kabar ataupun menyusun laporan kejadian, penulis kabar wajib mengedepankan faktor terutama dari 5W+1H di atas: pelaku, kejadian, tempat, waktu, tujuan, ataupun perinci? Lazimnya, faktor WHO ataupun WHAT ialah faktor terutama sehingga dikedepankan. Sebab itu, aku telah menciptakan resep bagus buat menulis kabar yang baik cocok dengan kaidah jurnalistik, ialah:

Who, What, When, Where, Why, How.

SIAPA melaksanakan APA, kapan, di mana, mengapa, gimana?

Pasti, resep” SIAPA melaksanakan APA” di atas tidak baku. Itu cuma” standar” penyusunan kabar yang baik cocok dengan kaidah jurnalistik– 5W1H plus Piramida Terbalik. Bila faktor When, Why, Where, apalagi How dikira sangat berarti, hingga dapat dikedepankan, tetapi itu tadi… tidak umum. Demikian” kuliah online” kita tentang Metode Menulis Kabar yang Baik mengacu pada kidah jurnalistik” 5W1H” plus” Piramida Terbalik”

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *